Rabu, 01 Agustus 2012

Belajar dari Hubungan Masa Lalu

Hubungan masa lalu tak hanya meninggalkan kenangan (baik dan buruk), namun juga pelajaran yang berharga. Berikut hal-hal yang bisa Anda pelajari:

1. Komunikasi yang baik

Hampir setiap masalah yang terjadi dalam sebuah hubungan berujung pada komunikasi yang tidak lancar. Hubungan masa lalu dapat membuat Anda belajar mengenai cara komunikasi yang tepat dengan pasangan sesuai dengan keadaan. Jangan sampai mengulangi kesalahan masa lalu yang akhirnya membuat hubungan bubar.

2. Menghargai
Anda mungkin salah bertingkah laku sehingga dulu, mantan pasangan Anda merasa tersinggung dan tidak dihargai. Kini Anda tentu telah mempelajari cara bersikap sehingga pasangan yang baru bisa merasa dihargai bukan?

3. Mencari seseorang yang memiliki tujuan yang sama
Penyebab lain dari bubarnya suatu hubungan adalah perbedaan tujuan hidup. Anda mungkin memiliki hobi yang sama, sifat yang hampir sama juga makanan favorit yang sama. Namun untuk urusan hidup, tujuan Anda berdua berbeda bahkan bertolak belakang. Hal tersebut tak akan membuat hubungan menjadi langgeng. Untuk itu, carilah orang yang memiliki tujuan yang sama, bukan sekadar orang yang memiliki hobi dan sifat yang sama.

4. Belajar ikhlas
Kehilangan dengan sendirinya membuat kita belajar ikhlas dan menerima. Ikhlas bahwa mantan kekasih memang bukan jodoh kita. Menerima bahwa kita bukan orang yang sempurna dan masih butuh perbaikan diri, dan sebagainya.

5. Kita tak selalu bisa memaksakan kehendak
Ini juga merupakan pelajaran yang berharga dari sebuah hubungan yang gagal. Kita tak akan pernah bisa memaksakan dan mengubah orang yang kita cintai menjadi sosok yang kita idamkan. Tak ada orang yang sempurna. Sebuah hubungan juga harus didasarkan atas toleransi, bukan sikap memaksakan kehendak dari satu pihak saja.

6. Berbagi
Tak ingin berbagi juga sering menjadi masalah dalam sebuah hubungan. Bukan masalah materi. Mungkin saja di hubungan yang dulu, Anda dan pasangan tak pernah berbagi cerita mengenai masalah yang menimpa, berbagi mimpi, dan sebagainya. Untuk apa memiliki pasangan jika Anda masih harus menanggung beban dunia sendirian. Di hubungan yang baru, bukalah hati Anda lebih lapang pada pasangan, sehingga Anda dan dia bisa saling berbagi.

Jangan sampai kesalahan-kesalahan yang dulu Anda lakukan terus berulang sehingga menjadi duri dalam hubungan yang baru. Jadilah orang yang lebih baik dari sebelumnya.
Selamat berbahagia!


Mungkinkah Militer AS Membangun Kendaraan Serupa "Bat" Milik Batman?

Oleh Jeremy Hsu, Penulis Senior InnovationNewsDaily | LiveScience.com

Saat Batman membela Gotham untuk terakhir kalinya di film The Dark Knight Rises, ia terbang di angkasa menggunakan alat yang disebut The Bat. Senjata tak mematikan yang jadi andalan terbaru Batman itu bisa berputar seperti helikopter dan melakukan manuver udara seperti jet petarung, kombinasi yang tampaknya tidak mungkin dilakukan.

Dalam film Hollywood, mudah saja buat miliarder superhero memiliki akses ke teknologi militer rahasia seperti ini. Pada kenyataannya, membuat The Bat ternyata sangat sulit, kata Mitchell Burnside Clapp, manajer program untuk Agen Proyek Penelitian Pertahanan Tingkat Tinggi di militer AS (Defense Advanced Research Prjects Agency - DARPA).

"Masalahnya dengan kendaraan seperti The Bat adalah ia harus punya dorongan cukup kuat untuk bisa mengambang," kata Burnside Clapp. "Dorongan besar itu berasal dari rotor di perut mesin sementara alat-alat lain digunakan untuk bermanuver."

Burnside Clapp melihat bahwa masa depan teknologi pesawat ada pada program helikopter Disc-Rotor Compound DARPA. Sebelumnya, dia adalah instruktur pertahanan udara di sekolah pilot Angkatan Udara AS dan bekerja di beberapa perusahaan pesawat luar angkasa privat. Dia juga sudah melihat film "The Dark Knight Rises".

Menerbangkan 'The Bat'

Dorongan ke bawah dari rotor di 'perut' The Bat harus setara dengan bobot pesawat ini agar bisa naik dari tanah, kata Burnside Clapp. Helikopter bisa melakukan itu karena punya baling-baling dengan panjang melebihi badan helikopter. Sisi baling-balik yang dekat dengan rotor utama tidak menghasilkan daya dorong yang kuat karena gerakannya tak terlalu cepat jika dibandingkan dengan udara.

Tetapi helikopter juga tergantung pada percepatan udara di bawah baling-baling yang berputar. Ini menjadi masalah jika rotor terletak di bawah pesawat, seperti di The Bat (meski Lucius Fox, ahli gadget Batman di trilogi film Christopher Nolan tersebut, menggumamkan sesuatu tentang mengatasi masalah resirkulasi udara di desain Bat).

Menaruh rotor utama di bawah Bat juga menyebabkan masalah stabilitas -- "Bayangkan saja bagaimana sulitnya menyeimbangkan sapu di telapak tangan Anda", kata Burnside Clapp ke InnovationNewsDaily. Sebagai perbandingan, rotor berfungsi untuk mengembalikan kekuatan dan keseimbangan di atas helikopter.

Jika bobot The Bat sama dengan helikopter modern, maka rotor Bat harus memiliki cukup udara untuk mendorong ke atas kendaraan seberat beberapa ratus kilogram (mungkin ribuan)," kata Burnside Clapp. Kekuatan seperti itu akan dengan mudah menjatuhkan orang yang sedang berdiri, yang akan mengubah beberapa adegan di "The Dark Knight Rises" dengan cara dramatis.

Melompati hambatan teknologi
Meski begitu, beberapa teknologi takeoff dan mendarat secara vertikal bisa dilakukan di kota Gotham. Rotor yang terlindungi dan terbagi di beberapa bagian Bat bisa mencegah kendaraan itu meratakan orang-orang di sekitarnya, kata Burnside Clapp.

Tenaga yang cukup bisa menerbangkan apapun. Helikopter adalah cara yang efisien tenaga untuk memberikan dorongan. Artinya, desain Bat yang tak biasa membutuhkan sumber tenaga yang sangat besar. "The Bat dalam film membutuhkan sumber tenaga atau bahan bakar yang sangat besar. Jika Anda punya reaktor fusi yang sangat besar untuk mendukung energi sebuah kota tapi bisa dibawa-bawa dalam truk maka..," secara berandai-andai, Burnside Clapp merujuk pada teknologi reaktor fusi yang ada dalam film The Dark Knight Rises.

sumber : yahoo indonesia

Diduga 'Main Sabun', Delapan Pemain Bulutangkis Dunia Terancam Sanksi

 
Ganda Cina Wang Xiaoli/Yu Yang (REUTERS/Bazuki Muhammad)

Federasi Bulutangkis Dunia (Badminton World Federation-BWF) sedang menyelidiki dugaan 'main sabun' yang dilakukan oleh delapan pemain dunia di Olimpiade 2012.

Kedelapan pemain itu terdiri dari dua ganda putri Korea Selatan serta satu ganda putri Cina dan Indonesia. Keempat ganda tersebut akan dihukum karena tidak bermain dengan sungguh-sungguh dan mencederai nilai-nilai sportivitas dalam olahraga.

Kasus ini bermula dari pertandingan laga terakhir penyisihan Grup A cabang bulutangkis nomor ganda putri, Selasa (31/7) atau Rabu (1/8) dinihari WIB, di Wembley Arena. Saat itu ganda putri Cina, Yu Yang/Wang Xiaoli berhadapan dengan ganda putri Korea Selatan, Jung Kyung-eun/Kim Ha-na.

Wang/Yu kalah 14-21, 11-21 dari Jung/Kim. Kekalahan itu diduga disengaja agar Wang/Yu tidak bertemu ganda putri Cina lainnya, Tian Qing/Zhao Yunlei di semi final. Bahkan wasit Thorsten Berg sampai harus turun ke lapangan dan memperingatkan ganda putri Cina tersebut.

Kedua pemain Cina itu terlihat secara sengaja melakukan serve asal-asalan. Shuttlecock mereka juga berulang kali terkena net atau pukulan mereka melebar ke luar lapangan dengan 'mudah'.

Bahkan penonton di Wembley Arena pun tak jarang berteriak 'boo' karena kecewa melihat permainan Wang/Yu, seperti yang diberitakan oleh BBC.co.uk, Rabu (1/8).

Jika Wang/Yu menang dan menjadi juara Grup A maka peluang bertemu Tian/Zhao di semi final sangat besar. Dan skenario All-China Final di nomor ganda putri pun akan kandas.

Pasangan Tian/Zhao menempati peringkat kedua Grup D setelah kalah dari ganda putri Denmark, Christinna Pedersen/Kamilla Rytter-Juhl di laga terakhir.

Kalahnya Wang/Yu berimbas ke pertandingan terakhir Grup C yang mempertemukan Meiliana Jauhari/Greysia Polii (Indonesia) melawan Ha Jung Eun/Kim Min Jung (Korea Selatan).

Pertandingan itu berjalan janggal karena kedua ganda seperti tak mau menang. Mereka sepertinya ingin menghindari Wang/Yu di perempat final.  Wasit Thorsten Berg bahkan sampai harus mengeluarkan kartu hitam di laga itu sebagai tanda mendiskualifikasi kedua ganda.

Namun Berg mencabut keputusannya akibat diprotes oleh kedua kubu.

Meiliana/Greysia akhirnya kalah pada laga itu dengan skor 21-18, 14-21, 12-21. Mereka menduduki peringkat dua Grup C dan akan menantang Jung/Kim di perempat final, seperti yang dilansir oleh Detiksport, Rabu (1/8).

sumber : yahoo indonesia
oleh : fajar anugrah putra